Semir Ban Motor

Masih Suka Semir Ban Motor? Ternyata Ini Lho Efek Sampingnya!

Semir Ban Motor

Adakah diantara pembaca blog sederhana ini yang ga betah ngeliat motornya kotor kaya gue? Kalau ada, bersabarlah karena akhir-akhir ini intensitas air hujan sangat tinggi dan akan membuat kalian semakin sering mencuci motor kesayangan kalian.

Nah, kalau ngomongin masalah cuci motor sendiri gue adalah orang yang sangat sering ke tempat pencucian motor. Kalau dilihat-lihat, saat ini usaha cuci motor yang lengkap dengan body kit plus semir ban sudah menjamur, dengan ongkos 10-15 ribu perak sepeda motor yang kalian gunakan akan dibuat menjadi kinclong.

Tapi, buat yang langganan cuci kinclong seperti ini harus sedikit lebih waspada terutama pada layanan semir ban motor. Ban yang sudah disemir memang akan terlihat seperti baru dan tidak kusam, namun ada sisi negatifnya lho teman!

Semir ban motor memang tidak haram, namun bagian mana yang aman dan bagian mana yang tidak aman untuk disemir. Ban sendiri adalah bagian sepeda motor yang langsung bersentuhan dengan permukaan jalan, jadi dari sini sudah cukup jelas kalo bagian tapak atau bagian alur ban adalah bagian ban yang paling sering bersentuhan dengan permukaan jalan.

Dampak Negatif

Bila bagian tapak ban atau alur ban tidak bersentuhan sempurna dengan permukaan jalan maka bisa dipastikan sepeda motor tidak akan stabil berada diatas permukaan jalan, jadi pada bagian tapak ban atau alur ban ini haram untuk disemir. Mengapa?

Karena pada lapisan semir akan menghalangi sentuhan tapak ban dengan permukaan jalan sehingga potensi sepeda motor untuk tergelincir semakin besar. Selain itu, apabila sering melakukan proses penyemiran seperti ini ban motor kita akan lebih cepat retak dan tingkat elastisitas ban kita akan menurun.

Lantas, bagaimana untuk merawat ban motor kita sendiri? Untuk melakukan perawatan ban, cukup cuci dengan air biasa dan mengeringkannya cukup dengan dilap menggunakan busa. Saat mencuci ban, jangan menggunakan sikat kasar. Penggunaan spon dan sikat halus pada dinding ban bertujuan untuk mempertahankan anti aging yang ada pada ban.

Pertanyaan lainnya muncul, bagaimana jika kita sudah menggunakan semir sebelumnya dan ingin menghilangkannya? Ada banyak cara, mulai dari penggunaan deterjen dan menyikat bagian ban yang ingin dihilangkan sampai menggunakan bensin (tidak disarankan karena akan merusak karet ban).

Tetapi, cara yang paling banyak dilakukan oleh beberapa pengendara motor yang memberikan informasi kepada saya adalah cukup menggunakan soda. Caranya, siram pada bagian ban motor yang terkena semir ban kemudian sikat secara perlahan. Gampangkan? Iya, gampang banget kok caranya!

Saran Penggunaan

  1. Jangan menyemir tapak ban atau alur ban,
  2. Jika ingin ban terlihat kinclong, semirlah pada bagian dinding sampingnya saja,
  3. Semir tapak ban atau alur ban diperbolehkan asal hanya pada saat mau mengikuti kontes modifikasi saja, untuk digunakan harian jelas haram hukumnya,
  4. Mencegah bahaya lebih baik daripada harus celaka di jalan!

Gimana? Setelah tahu penyebab dan dampak melakukan proses semir ban motor, masih mau melakukannya? Ada yang ingin menambahkan apa yang sudah tertulis diatas? Silahkan langsung taruh di kolom komentar ya, sahabat semua!

KASIH RATE YUK!
4 5
Oleh


16 comments on “Masih Suka Semir Ban Motor? Ternyata Ini Lho Efek Sampingnya!

  1. Hihihi malah baru dengar nih istilah semir ban motor.
    Tahunya itu mas.. fenomena anak-anak sekarang yang ganti jenis ban motornya jadi yang berukuran lebih kecil.
    Duh ngeri bener lihatnya..jadi kelihatan gampang jatuh gitu pas motornya jalan.

     
    • Hehe.. Kalau suka ke tukang cuci motor, biasanya sering tuh bannya disemir pas abis dicuci. Jadi bagus sih, tapi bahaya.

      Kalau ganti ban kecil, emang ga disarankan untuk penggunaan harian. Bagian ban yang nempel di aspal jadi cuma sedikit, gampang jatoh deh jadinya kalo belok :)

       

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *