Perilaku Berkendara Sepeda Motor

5 Perilaku Berkendara Sepeda Motor yang Paling Sering Kamu Temui

Perilaku Berkendara Sepeda Motor

Source: RedIO

Siapa sih kalian yang suka “ngedumel” sendiri pas lagi dijalan raya? Kalau ada yang baca, berarti kita harus tos dulu nih. Sebenarnya, perilaku berkendara sepeda motor itu ya ga usah macem-macem harus begini-begitu dll. Asalkan kalian sudah mentaati peraturan lalu lintas pasti aman, dan tidak macet juga pastinya bukan?

Sebagaimana kita ketahui, pengguna sepeda motor di Indonesia sepertinya setiap hari terus bertambah, dan mungkin sudah mencapai angka puluhan ribu. Itu artinya hampir seluruh penduduk dewasa di Indonesia mempunyai sepeda motor atau pernah mengendarai sepeda bermotor dalam menjalani aktivitasnya.

Dengan kondisi ini ga heran sih kalau kalian lihat setiap pagi saat hendak bekerja atau pulang dari tempat aktifitas kalian menjadi seperti lautan sepeda motor. Hal ini tak lepas dari berbagai faktor, diantaranya karena motor dianggap alat transportasi paling fleksibel, bisa masuk jalan jalan sempit dan hemat bahan bakar. Belum lagi ditambah fakta mudahnya memiliki sepeda motor di Indonesia.

Lalu apa saja perilaku pengguna sepeda motor di Indonesia yang paling sering kamu temui dan tak jarang membuat kalian sebal dan kesal?

Berbelok Tanpa Lampu Sign.

Lampu sign berfungsi sebagai indikator saat berbelok yang dibuat untuk mengurangi resiko kecelakaan. Lampu ini berwarna kuning dan akan berkedip kedip jika dihidupkan. Warna kuning dipilih karena jauh lebih terlihat disiang hari dan di malam hari. Ketika hujan pun, warna kuning akan tetap terlihat dengan jelas.

Sayangnya banyak pengendara sepeda motor mengabaikan lampu ini. Misalnya ketika akan berbelok ke kiri atau kanan, mereka tidak menyalakan lampu sein. Tapi ada juga yang menyalakan lampu sein kekiri namun dia malah berbelok ke kanan begitu juga sebaliknya. Yang paling banyak terjadi adalah belok tiba tiba tanpa memberikan tanda akan berbelok terlebih dahulu. Setuju?

Berkendara Sambil Menggenggam Smartphone (HP).

Seriusan, hal ini paling sering gue lihat (mungkin kalian juga) saat gue berkendara diatas motor. Entahlah, apa yang dipikirkan ketika mereka menggunakannya. Bahkan ada yang lebih menjengkelkan dari itu ketika bertemu dengan temannya di jalan, mereka berkendara dengan berdampingan dengan berjalan pelan sehingga mengganggu laju kendaraan di belakangnya.

Sebenarnya tidak ada yang salah dengan berkomunikasi. Tapi masa iya pegang hp dijalan raya dan diatas motor? Ini bisa berbahaya untuk diri sendiri dan orang lain, lho. Jika memang terpaksa harus membuka HP, ada baiknya berhenti dulu kepinggir terus jauhi dulu motornya, itu lebih aman sih. Kalau gue ketemu orang begini, biasanya gue “pepet” dulu kepinggir, udah gitu baru gue tarik gas lagi. Kalian gimana?

Mengendarai Sepeda Motor Di Trotoar.

Coba nyaut dikolom komentar yang pernah kaya gini? Nanti gue jawab, gue juga pernah kok. Eits, tapi itu dulu bukan sekarang ya! 

Biasanya saat kemacetan terjadi, hal inilah yang paling sering gue lihat. Karena ga mau kena macet, biasanya para pengendara motor yang tidak bertanggung jawab ini, seenaknya saja menggunakan fasilitas publik untuk para pejalan kaki. Parahnya lagi, ada yang mengklakson pejalan kaki untuk minggir dari trotoar.

Selain hak pejalan kaki sering dirampas oleh pedagang kaki lima, kini mereka dipaksa minggir lagi oleh pengendara motor karena menggunakan trotoar untuk sepeda motornya. Sampai tulisan ini gue buat, asli gue ga pernah lagi naik diatas trotoar apapun alasannya.

Mengendarai Sepeda Motor Melawan Arus.

Udah ngaku aja deh, siapa yang pernah? Gue juga pernah kok, tapi bukan dijalan umum. Kalau dijalan umum, jarang banget gue ngelakuin hal ini. Bukan karena takut ditilang, tapi karena sayang banget sama nyawa atau organ tubuh gue.

Kenapa? Ya bayangin aja sendiri, gimana kalau tiba-tiba lagi lawan arus terus ada pengendara lain yang meleng terus nabrak kalian? Mau nyalahin mereka kalau ternyata ada bagian tubuh kalian yang patah? Lebih baik jangan pernah melakukan hal ini, ya. Untuk mengurangi resiko yang terjadi nantinya :)

Menerobos Lampu Merah, Berhenti Di Atas Zebra Cross

Udah, fix. Ini paling sering gue lihat deh. Berhenti dibelakang garis putih sepertinya menghambat laju mereka-mereka yang memiliki alasanya karena buru-buru menuju suatu tempat. padahal, hal ini sangat membahayakan pengendara motor itu sendiri dan pengendara lainnya.

Pernah sekali waktu gue sedang santai dan ingin melanjutkan perjalanan, gue ketemu sama salah seorang pengendara yang seperti ini dan hebohnya adalah mereka seakan ingin menekan klakson panjang tak ada hentinya, bahkan keluar ucapan “sok alim banget lo bawa motor!” ya gue cukup ketawa aja, dan apa yang terjadi? Instant Karma. Langsung ditilang pak polisi yang sedang bertugas, pas lewat ya cukup disenymin aja :)

Bukan cuma nerobos lampu merah, ada juga yang berhenti kok TAPI berhentinya di atas zebra cross atau bahkan lebih maju dari zebra cross. Zebra Cross dipergunakan untuk pejalan kaki untuk menyebrang. Hargai juga para pejalan kaki yang ingin menikmati amanya saat mereka hendak melintas, bro!

Gue sih yakin, diantara kalian yang baca artikel ini ada yang suka sama tema yang lagi gue bahas atau bahkan ada yang “nyinyir” karena menganggap gue paling benar, silahkan saja. Tetapi, gue cuma mau ingetin aja, ada keluarga dan orang tersayang dirumah yang menanti kehadiran kalian, lho. Jangan lakukan 7 hal ini saat berkendara dan keep safety riding, ya!

KASIH RATE YUK!
4 5
Oleh


4 comments on “5 Perilaku Berkendara Sepeda Motor yang Paling Sering Kamu Temui

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *