Integrasi dan Reintegrasi Sosial: Pengertian, Perbedaan dan Contohnya

Integrasi dan Reintegrasi

Integrasi dan Reintegrasi sebenarnya masuk kedalam mata pelajaran atau materi sosiologi kelas XI. Sampai sejauh mana kalian paham hal ini? Sejujurnya, waktu gue belajar sosiologi juga gak pinter-pinter banget sih, setidaknya gue masih bisa berbagi untuk kalian yang masih sekolah biar lebih paham sama masalah ini. Mari kita mulai dari awal ya, biar kalian paham.

Integrasi dan Reintegrasi

Pengertian Integrasi dan Reintegrasi Sosial

Integrasi sosial adalah proses penyesuaian yang dilakukan untuk menyatukan unsur-unsur berbeda yang ada didalam masyarakat seperti norma-norma atau nilai-nilai. Namun, penyesuaian ini tentu tidak bisa dipaksakan. Jika dilakukan pemaksaan, yang terjadi selanjutnya adalah disintegrasi sosial. Lantas, apa perbedaannya?

Perbedaan Integrasi dan Reintegrasi Sosial

Sebenarnya, ada beberapa perbedaan integrasi sosial dengan reintegrasi itu sendiri. Apa saja? Mari kita lihat lebih lengkap lagi dibawah ini ya.

Perbedaan Integrasi Sosial dan Reintegrasi

  • Proses Penyatuan Berbagai Unsur Di Masyarakat. Integrasi adalah proses menyatukan perbedaan-perbedaan yang ada di Indonesia seperti budaya, suku dan lainnya menjadi satu kesatuan nilai atau norma yang disepakati bersama masyarakat.
  • Terciptanya Solidaritas. Walaupun setiap anggota masyarakat sudah menyepakati norma-norma atau nilai-nilai yang diberlakukan dalam integrasi sosial, namun pada dasarnya mereka tetap mempertahankan kebudayaan maisng-masing.
  • Bentuk Integritas Tidak Selalu Sama. Antara satu kelompok masyarakat dengan kelompok masyarakat dari daerah lain memiliki perbedaan latar belakang. Inilah yang mengakibatkan integrasi sosial tidak sama diantara masyarakat-masyarakat tersebut.

Perbedaan Reintegrasi Sosial dan Integrasi

  • Diawali Oleh Konflik. Reintegrasi biasanya diawali oleh sebuah konflik sehingga integrasi sosial terganggu. Ada banyak bentuk-bentuk konflik sosial yang terjadi dimana salah satunya adalah tersebarnya isu atau kabar negatif yang merugikan.
  • Membangun Kembali Kepercayaan Masyarakat. Konflik yang terjadi didalam integritas sosial menjadikan masyarakat didalamnya hilang kepercayaan atas efektifitas norma-norma atau nilai-nilai yang sudah disepakati bersama.
  • Butuh Waktu Cukup Lama. Konflik yang pernah terjadi dalam masyarakat seperti konflik dalam contoh masyarakat multikultural sudah pasti menimbulkan trauma tersendiri bagi masyarakat yang mengalaminya.

Itulah beberapa perbedaan reintegrasi dengan integrasi sosial yang harus kita ketahui agar kita lebih memahami kapan dan bagaimana cara kerja dua jenis pengendalian sosial tersebut. Lantas, apa contohnya ini?

Contoh Integrasi dan Reintegrasi Sosial

  • Kesamaan derajat antara satu anak dengan anak yang lainnya disuatu keluarga tidak dibedakan. Dimana, orang tua menanamkan sifat integrasi sosial yang berupa tanpa membedakan anak pertama, kedua, ketiga dan lainnya. Semuanya memiliki yang namanya kesamaan derajat.
  • Tidak ada perbedaan antara anak kaya dan anak miskin disuatu sekolah. Setiap siswa maupun siswi disekolah mempunyai hak dan kewajiban untuk belajar disekolah.
  • Kegiatan gotong royong tanpa yang mana kaya dan yang mana miskin. Kegiatan gotong royong cuma mempunyai satu tujuan yaitu untuk menjaga keamanan di wilayah dan setiap masyarakat saling membantu tanpa membedakan mana kaya dan mana miskin.
  • Setiap wilayah yang ikut menjalankan sistem demokrasi.

Sampai disini, apakah kalian sudah paham mengenai hal ini? Semoga apa yang kalian cari bisa terjawab di dalam artikel gue ya. Kalau ada yang mau menambahkan terkait integrasi dan reintegrasi sosial, silahkah dikolom komentar dibawah ya!


ARTIKEL MENARIK LAINNYA