Lembaga Pendidikan di Indonesia: Latar Belakang, Jenis, dan Tujuan

Lembaga Pendidikan

Lembaga pendidikan adalah wadah berlangsungnya aktivitas pendidikan. Ada sejumlah lembaga pendidikan di Indonesia yang diakui oleh Undang-undang. Lembaga pendidikan terbagi berdasarkan kategori jenis pendidikan. Ada 3 jenis pendidikan utama di Indonesia, yaitu pendidikan formal, non-formal, dan informal.

Akan tetapi, dalam praktiknya, lembaga pendidikan cenderung diasosiasikan dengan lembaga yang memiliki legalitas hukum, dan struktur jelas hingga ke tingkat yang lebih tinggi.

Latar Belakang Lembaga Pendidikan

Lembaga Pendidikan

Bagaimana pun juga lembaga pendidikan fokus pada aktivitas pendidikan dalam artian yang sangat luas. Pendidikan memberi arah pada pertumbuhan dan perkembangan anak ke lingkungan. Pendidikan sendiri berarti sebuah usaha sadar, terencana, dan terstruktur untuk mewujudkan proses pembelajaran dan aktivitas belajar

Karena terkait dengan pertumbuhan dan perkembangan anak yang dinamis, pendidikan juga bersifat dinamis. Karenanya, sejumlah institusi pendidikan menawarkan struktur, tujuan, dan pola yang unik demi mengikuti dinamisasi anak.

Organisasi pendidikan berarti juga pranata sosial bagi anak. Sebagai pranata sosial, organisasi pendidikan jadi wadah anak menjalankan aktivitas sosial dengan masyarakat luas.

Jenis Lembaga Pendidikan

Seperti disebutkan di atas, lembaga pendidikan terbagi dalam 3 kategori berbeda. Dasar pembagiannya adalah 3 jenis pendidikan yang tercantum di Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional. Ketiga jenis pendidikan tersebut adalah pendidikan formal, pendidikan non-formal, dan pendidikan informal. Berikut ini pembahasan singkat mengenai masing-masing jenis pendidikan dan lembaga pendidikan:

Pendidikan Formal

Pendidikan formal adalah jalur pendidikan yang terstruktur dan berjenjang. Pendidikan formal terbagi dalam 3 jenjang utama yaitu, pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi. Lembaga pendidikan dasar adalah sekolah dasar (SD) atau yang sederajat dan sekolah menengah pertama (SMP) atau yang sederajat. Lembaga pendidikan menengah adalah sekolah menengah atas (SMA) atau yang sederajat.

Sedangkan lembaga pendidikan tinggi adalah lembaga pendidikan formal setelah pendidikan menengah. Ada universitas, sekolah tinggi, politeknik, dan lain sebagainya. Secara garis besar, lembaga pendidikan tinggi terbagi dalam 2 fokus utama yaitu pendidikan vokasi dan pendidikan akademik.

Pendidikan Non-formal

Pendidikan non-formal adalah jalur pendidikan di luar pendidikan formal serta bisa dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang. Cakupan pendidikan non-formal sangat luas. Karena tujuan utama pendidikan ini adalah mengembangkan kemampuan peserta didik.

Sejumlah contoh pranata pendidikan yang masuk di kategori pendidikan non-formal adalah lembaga bimbingan belajar (bimbel), pendidikan kepemudaan, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), dan lain sebagainya.

Dari sejumlah institusi pendidikan non-formal yang hadir di Indonesia, bimbel adalah lembaga pendidikan yang paling populer di mata anak-anak dan orang tua .

Ada banyak lembaga bimbel di Indonesia. Baik yang diselenggarakan dalam skala kecil, skala regional, atau nasional. Itu pun masih terbagi jadi dua, yaitu yang tidak melalui jaringan internet (offline) dan  yang melalui jaringan internet (online).

Sejak pandemi Covid-19 mengguncang Indonesia, keberadaan bimbel hampir selalu dibutuhkan anak-anak. Fenomena menjamurnya layanan aplikasi bimbel online di masa pandemi adalah bukti nyatanya.

Kebutuhan anak-anak atas pemahaman topik pelajaran tidak bisa terpenuhi dengan baik di pembelajaran jarak jauh. Lembaga pendidikan non-formal semacam bimbel menjadi jembatan yang menghubungkan kesenjangan pemahaman topik.

Pendidikan Informal

Pendidikan informal adalah jalur pendidikan dari keluarga lingkungan terdekat. Aktivitas pendidikan informal biasanya berupa pengajaran yang dilakukan secara mandiri dan tidak terstruktur. Pendidikan informal mengajarkan berbagai topik pembelajaran. Tidak ada batasan untuk topik yang diajarkan di sini.

Sebabnya, keluarga adalah jenjang pertama anak mendapatkan pendidikan. Artinya, keluarga dan pendidikan informal merupakan salah satu sumber awal sejumlah topik pendidikan bagi anak.

Contoh pendidikan informal di domain keluarga adalah saat ibu mengajari anak tentang memasak, atau saat ayah memberi pelajaran mengaji ke anak. Apa yang diajarkan orang tua ke anak, baik sadar atau tidak sadar, merupakan bentuk pendidikan informal.

Tujuan Lembaga Pendidikan

Fungsi utama institusi pendidikan terbagi jadi 2, yaitu fungsi manifes serta fungsi laten. Fungsi manifes institusi pendidikan bersifat tampak dan mudah dideteksi oleh masyarakat. Umumnya, fungsi manifes pendidikan hadir di setiap kurikulum organisasi pendidikan. Berikut ini beberapa contoh fungsi manifes:

  1. Menyiapkan anak jadi pekerja terampil dan terdidik
  2. Sebagai wadah transfer ilmu pengetahuan.
  3. Sebagai wadah mewariskan kebudayaan bangsa.
  4. Sebagai kesempatan untuk menciptakan masa depan yang lebih baik.
  5. Sebagai wadah menjalankan norma serta nilai sosial

Sedangkan fungsi laten lembaga pendidikan adalah fungsi tidak langsung sebuah organisasi pendidikan.

Fungsi laten ini timbul sebagai efek tambahan atas aktivitas anak di institusi pendidikan. Berikut ini sejumlah contoh fungsi laten tersebut:

  1. Mengurangi kontrol orang tua ke anak
  2. Memperpanjang masa remaja bagi anak
  3. Menunda masa dewasa bagi anak
  4. Mengajarkan anak untuk berpikir dan bertindak kritis
  5. Jadi wadah peserta didik menjalankan mobilitas sosial

Sebenarnya, spektrum lembaga pendidikan di Indonesia masih sangat luas. Apalagi sejak pandemi Covid-19 datang dan mengubah sistem pendidikan formal Indonesia. Hanya saja, yang jelas, dengan adanya kolaborasi berbagai lembaga pendidikan masa pandemi, baik langsung atau tidak langsung, adalah kabar baik bagi seluruh stake holder pendidikan Indonesia.