Ternyata Tanah Makam Bisa Dijadikan Investasi

Investasi

Properti memang sejak lama dijadikan instrumen investasi yang menggiurkan, nilainya dianggap lebih menguntungkan jika dibandingkan jenis investasi lainnya seperti saham, deposito atau emas. Bagi para investor properti, lumrahnya mereka akan membeli apartemen, rumah, ruko, kondotel, tanah atau vila untuk dijadikan instrumen pencari keuntungan. Tetapi tahukah Anda ternyata selain jenis properti tersebut ada hal lain yang bisa dijadikan investasi properti yakni tanah makam.

[irp]

Ya, tanah makam kini tengah menjadi tren untuk dijadikan investasi properti. Tren ini semakin berkembang ketika semakin minimnya jumlah lahan untuk pemakaman di kota-kota besar, apa lagi harga tanah dijual di kota-kota besar semakin mahal, sehingga banyak para pemilik tanah yang akhirnya memilih membangun residensial dari pada tempat pemakaman.

Investasi

Salah satu perusahaan yang membangun bermain di bisnis pemakaman adalah yayasan pesantren Islam Al-Azhar, yang membangun tempat pemakaman bernama Al-Azhar Memorial Gardenseluas 25 hektar di Jalan Raya Peruri, Desa Pinayungan, Telukjambe Timur, Karawang.

Di sana mereka membangun tempat pemakaman dengan berbagai fasilitas yang lengkap seperti masjid, toilet, gazebo, taman yang luas, tempat beribadah hingga tempat parkir yang luas. Di tempat ini, pihak pengembang menyediakan tiga tipe pilihan kavling makam, seperti tipe single dengan luas 4,5 meter, luasnya 1,5 m x 3 m, tipe double dengan luas 13,65 meter persegi, ukurannya 3,5 m x 3,9 meter. Dan ada juga tipe family dengan luas tanah 26,25 meter persegi dengan ukuran 3,5 m x 7,5 m.

Untuk harga tanah dijual sangat bervariatif, contohnya seperti tipe single dijual mulai dari Rp 27.500.000, sementara untuk tipe double dijual Rp 87.400.000 lalu untuk tipe family dijual Rp 222.400.000. Menurut Kiki Sales Eksekutif Al-Azhar Memorial Garden, saat ini pembeli tanah pemakaman dengan motivasi investasi terus meningkat, hal tersebut dikarenakan, kenaikan harga tanah pemakaman ternyata cukup menggiurkan, rata-rata ditempatnya saja setiap tahun harga tanah di sana meningkat sekitar 20 persen.

Contohnya pada tahun 2011 saat pertama kali tempat pemakaman ini dibangun, harga tanah dijual mulai dari Rp 17 juta, namun sekarang sudah naik menjadi Rp 27 juta, kata Kiki. Sementara menurut Mart Polman, Managing Director Lamudi Indonesia, banyaknya peminat investasi tanah makam karena ketersediaan tanah untuk pemakaman kian menyempit, tidak sebanding dengan kebutuhan.

Kondisi ini lah akhirnya dinilai oleh para investor sebagai celah bisnis yang menggiurkan, karena sampai kapanpun manusia membutuhkan tempat pemakaman sebagai tempat peristirahatan terakhir, kata Mart.

Mart juga mengatakan, untuk mereka yang berniat untuk membeli tanah makam sebagai investasi ia menyarankan agar terlebih dahulu melihat kelengkapan fasilitas yang tersedia, karena fasilitas ini sangat penting untuk para keluarga yang ingin berziarah.

Selain itu, pilihlah tempat pemakaman yang dekat dengan transportasi publik atau jalan tol sehingga dapat mempermudah mobilitas peziarah, kata Mart.