Pengalaman Menggunakan Samsat Online Nasional (SAMOLNAS), Terbantu?

Samsat online nasional atau Samolnas, pasti udah pada tahu dong informasinya? Artikel kali ini gue mau sedikit membagikan pengalaman gue ketika menggunakan aplikasiSamsat Online Nasional ini. Apakah bermanfaat? Membingungkan, atau mempermudah? Tenang, gue bakalan kasih tahu mulai dari awal gue pakai sampai gue berhasil cetak SKPD aslinya.

Menggunakan Samsat Online Nasional

Sejujurnya, aplikasi ini gue baru awal bulan Oktober 2019 karena kebutuhan untuk membayar pajak kendaraan yang sebentar lagi akan berakhir. Karena kebetulan baru saja pindah rumah, dan lokasi samsat terdekat cukup jauh dari tempat tinggal sekarang maka memutuskan untuk mengunduh aplikasi yang satu ini.

Konektifitas Aplikasi Cukup Sulit

Review Samolnas

Awalnya, ketika pertama kali mengunduh aplikasi ini melaluiplaystore dan membuka aplikasinya terbilang cukup sulit karena gagal terhubung dengan server mereka. Entah karena terlalu banyak yang menggunakan, atau memang karena kapasitas server mereka yang kurang besar dan menyebabkan impresi pertama gue untuk aplikasi ini terbilang sebelah mata.

Sempat melakukan prosesuninstall karena gue menganggap tidak bisa digunakan, namun beberapa hari kemudian mencobainstall kembali dan membuka pada saat jam kerja. Hasilnya? Cukup memuaskan untuk proses pendaftaran dan pengajuan pembayaran pajak kendaraan bermotor.

Proses Pembayaran Terbilang Rumit

Pembayaran Samsat Online Nasional

Kenapa gue bilang rumit? Setelah mencari tahu untuk proses pembayaran, meskipun dibilang bisa menggunakan aplikasie-banking buat gue cukup membingungkan. Karena, ketika mencoba melakukan pembayaran melalui bank BTN (ada menu pembayara e-samsat), selalu gagal dan tidak bisa. Padahal, waktu yang diberikan hanya 2 jam dan bukti SKPD akan dikirimkan setelahnya.

Apa yang gue lakukan berikutnya? Harus pergi ke ATM untuk membayar pajaknya. Sampai sini, gue berpikir kenapa? Ternyata, nantinya setelah melakukan pembayaran melalui ATM yang akan digunakan berikutnya adalah struk atau bukti pembayaran yang akan diberikan kepada pihak samsat di kantornya.

Pencetakan SKPD harus di kantor Samsat

Seperti yang gue bilang diatas, ternyata setelah proses melalui aplikasi Samsat Online Nasional ini kita masih diharuskan untuk pergi ke kantor samsat terdekat untuk mencetak SKPD yang asli. Lantas, apa bedanya dengan kita datang ke samsat Drive-thru? Sama saja sepertinya, ga ada yang berbeda. Itu yang membuat orang masih banyak datang ke kantor samsat tedekat, terkesan harus melakukan pekerjaan 2x dan lebih panjang.

Kesimpulan

Dari penjelasan diatas, gue menyimpulkan beberapa hal untuk yang ingin menggunakan aplikasi Samsat Online Nasional. Aplikasi ini membantu kita untuk melakukan proses pembayaran darimana saja, dan kapan saja. Karena, bukti pembayaran dapat ditukarkan dengan SKPD asli maksimal 30 hari setelahnya. Jadi, kalian bisa tenang dan tidak perlu khawatir telat bayar pajak.

Kedua, ada loket tersendiri untuk melakukan prosese-samsat ini. Proses pengesahan dan pencetakan SKPD tidak lebih dari 10 menit (pengalaman gue kemarin), di kantor samsat Jakarta Timur. Ketiga, kalian tidak perlu antri berlama-lama untuk sekedar membayar pajak. Bagi sebagian orang, lebih baik menggunakan samsat drive-thru dibanding aplikasi karena sama saja prosesnya, yang membedakan hanya cukup bertahan untuk menunggu antrian atau tidak.

Kalau gue pribadi, datang ke samsat drive-thru yang lebih gue pilih daripada menggunakan aplikasi Samsat Online Nasional ini. Toh, sama saja harus datang ke kantor juga meskipun sudah mendapatkan file via aplikasi. Sekarang, terserah kalian ingin menggunakan yang mana. Ada yang mau berbagi pengalaman juga? :)

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *