Pasang Cakram Lebar, Ubah Kebiasaan Kalian Saat Pengereman!

Pasang Cakram Lebar? Ubah Kebiasaan Kalian Saat Pengereman!

Pasang Cakram Lebar, Ubah Kebiasaan Kalian Saat Pengereman!

“Cakram lebar kayanya keren juga kalau dipasang nih!” mungkin kira-kira begitu pandangan beberapa orang ketika ingin mengganti cakram bawaan motor menjadi cakram yang lebih lebar dari diameter aslinya. Bagaimana dengan tunggangan saya yang notabene hanya sekelas motor bebek? Bisa dipasang ga sih? Bisa! Tuh, buktinya ada foto diatas.Piringan cakram yang saya gunakan diatas berukuran 300mm yang saya pesan dari seorang teman yang memang saya sudah lama berlangganan, sebut saja namanya Tyo. Setelah konsultasi panjang lebar, akhirnya saya memesan beberapa part lainnya seperti selang rem TDR (merah) & kampas rem (karena sekalian beli).

Akhirnya setelah barang pesanan saya datang, kemarin 05 Desember 2015 bertemua dengan Tyo untuk proses pemasangan. Mulai dari bongkar tameng depan, batok lampu sampai copot ban. Alhasil, pemasangan cakram dan selang rem berhasil. Kemudian, masalahpun muncul yang menghabiskan waktu cukup lama. Yaitu, susah dapat proses pengereman alias susah ngerem.

Hasil dari bongkar pasang, menyerah juga! Bawa ke bengkel terdekat dan BOOM! Langsung kelar. Ternyata, cara yang digunakan untuk mendapatkan pengeremannya agak berbeda, Tyo mengeluarkan angin yang ada di kaliper cakram dari bawah, sedangkan tukang bengkel mengeluarkannya dari atas. But, thank Tyo bantuannya. 

Nah, setelah selesai langsung gue bawa jalan-jalan itu motor. Langsung coba gimana rasanya penggunaan piringan cakram yang lebih besar. Intinya adalah:

Pentingnya Adaptasi

Diameter cakram yang lebih besar memiliki daya pengereman lebih kuat dibanding cakram yang berdiameternya lebih kecil. Secara logika, makin panas cakram maka makin berkurang daya pengeremannya. Sebaliknya, semakin dingin cakram daya pengereman makin pakem. Itu sebabnya kenapa cakram depan berdiameter besar lebih pakem, karena lebih banyak area dingin dan tidak cepat panas. Selain itu, penggunaan cakram besar berisiko roda depan mengunci. That’s why, gue sendiri kudu adaptasi sama perubahan baru ini.

Selain diatas, gue juga harus mengubah gaya pengereman gue. Karena kampas rem, selang rem dan piringan cakram yang baru masih sangat licin. Gue harus pelan-pelan beradaptasi karena kampas rem baru belum “gigit” ke piringan cakramnya, jadi masih agak sedikit nge-los saat pengereman. Harus sering2 ngerem kayanya biar cepet “gigit” ke cakramnya.

Nah, buat yang mau ganti cakram lebih lebar saran gue sih harus sedikit berhati-hati. Kenapa?

  1. Diameter cakram yang lebih lebar, tentu luas bidang yang dijepit kampas rem lebih panjang dan tentunya reaksi saat menekan sedikit tuas rem akan sangat terasa. Sesuaikan dan biasakan kemampuan rem, bisa jadi naik atau bisa juga turun.
  2. Braket pemegang kaliper harus tepat pada piringannya. Bila tidak pas cakram bisa tergesek dan menimbulkan panas berlebih yang mengakibatkan cakram melengkung. Lalu yang ketiga, posisi selang pastikan tidak terjepit atau terlipat. Apalagi saat sokbreker depan naik turun, hati-hati dengan posisi kaliper yang naik ke atas. Selang yang menekuk bisa bocor atau tertekan yang bisa mengerem sendiri di luar kontrol.
  3. Bagaimanapun kualitas cakram, entah performance rem naik atau turun, jangan lupa dibiasakan dulu. Kemungkinan kontrol rem yang dulu biasa dipakai, harus diubah supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Well, terkahir gue cuma mau bilang. Kalau kalian memang ingin memodifikasi kendaraan kalian dengan part yang menurut kalian bagus adakalanya harus diperhatikan keamanan & kenyamanan saat berkendara. Jangan hanya karena ubahan kalian ingin terlihat bagus, kalian mengabaikan 2 faktor diatas. Safety riding first ya guys!

KASIH RATE YUK!
4 5
Oleh


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *