Jangan Tanya Gue, Berapa Pendapatan Dari Youtube!

Pendapatan Dari Youtube

Pendapatan Dari Youtube

Kalau kalian baca ini, mungkin akan selalu bertanya berapa pendapatan dari youtube? Berapa besar penghasilan dari youtube yang gue dapatkan? Mungkin juga, akan membuka pikiran kalian kalau pendapatan dari youtube tidak begitu berpengaruh bagi para pembuat konten yang sudah lebih dulu terkenal dibanding gue. Sebut saja chandraliow, reza arap, dll.

Sebenarnya, memang dari awal gue ngebangung youtube channel gue pribadi tidak ditujukan untuk menghasilkanpendapatan dari youtube. Melainkan, ingin membantu memperkenalkan teman-teman pesulap khususnya para pembuat alat sulap yang sudah mendunia karyanya tetapi jarang dikenal oleh orang Indonesia itu sendiri, sebut saja Agus Tjiu.

Siapa yang kenal beliau? Gue rasa, pesulap luar negeri bahkan para pecinta sulap luar negeri sudah tidak asing mendengarnya. Tetapi, orang Indonesia? Belum tentu mereka kenal dan tahu siapa beliau, apa saja karyanya, dan dimana ia menjualnya selama ini.

Tetapi, kenapa sih gue ga mau menghasilkan pendapatan dari youtube meskipun untuk membuat akun baru itu cukup mudah dan tinggal membuat konten baru didalamnya? Kenapa? Itulah pertanyaan kedua yang paling sering ditanyakan orang lain ke gue dan gue jawab di artikel ini deh.

Melanggar etika pesulap /magician.

Gini, dalam dunia sulap itu sendiri punya etika yang sebenarnya tidak boleh dilanggar oleh para pesulap itu sendiri.Salah satunya adalah tidak memberikan tutorial kepada orang yang bukan pesulap juga, tetapi ada informasi baru dimana etika memberikan tutorial itu ada lagi dibawahnya, pokoknya panjang aja kalau gue jelasin mah.

Tidak terbebani dengan jumlah pendapatan dari youtube.

Sekarang, siapa sih yang ga mau dapatpendapatan dari youtube? Coba, sebagian dari kalian membuat channel youtube pasti berharap mendapatkan pundi-pundi rupiah dari google adsense kan? Justru darisanalah kita dituntut untuk membuat sebuah konten atau apapun yang memiliki patokan tersendiri.

Misal, setiap bulan harus ada pendapatan yang masuk dan setiap bulannya harus meningkat. Terbebani dengan kenapa jumlah penonton yang melihat video hanya sedikit, atau mungkin jumlah pelanggan kalian tidak bertambah. Padahal, kalau kita tidak terbebani dengan hal itu membuat konten video untuk youtube channel tidak sesulit yang kalian bayangkan kok.

Bebas upload video kapan saja.

Karena tidak ada beban untuk mendapatkan penghasilan, jadi ya pemilik youtube channel bebas untuk upload video kapan saja. Tetapi, hal ini tidak gue sarankan untuk kalian yang pertama kali membangun youtube channel. Kenapa? Karena, awal membuatnya kalian memerlukan sebuah konsistenasi agar pelanggan kalian mengakui kalau kalian masih update terhadap channel yang kalian buat.

Terus, sekarang gue dapat apa dari youtube setelah sekian lama bikin video dan upload ke channel youtube gue? Ga dapat apa-apa lah, seperti yang ada kaya gambar diatas itu tuh. Tapi, gue bersyukur karena perjuangan gue ga sia-sia kok. Kenapa? Karena sekarang gue menjadi Rising Star di forum youtube yang dikelola oleh youtube langsung.

Gimana? Udah terjawab kenapa gue ga mau buat youtube channel yang baru demi mempunyai pendapatan dari youtube ya. Jangan kalian tanya lagi, berapa pendapatan dari youtube yang gue dapat dan jangan sekali-kali tanya berapa pendapatan dari youtube ke teman-teman pembuat konten yang sudah ternama. Kenapa? Pasti ga dijawab lah berapa pendapatan dari youtube!


ARTIKEL MENARIK LAINNYA

2 Replies to “Menjadi Ayah dan Suami Yang (Semoga) Baik Dalam 1…”

  1. Selamat, mas. Semoga keluarga mas penuh berkah.

    Langkah menjadi suami yg baik ini juga sangat baik untuk diketahui laki-laki yg bercita-cita jd suami yg baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *