Menjadi Ayah dan Suami Yang (Semoga) Baik Dalam 1 Tahun Pernikahan!

Tips Menjadi Ayah

Artikel ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan SEO atau materi yang sedang gue pelajari saat ini, karena gue hanya ingin bercerita mengenai pengalaman gue menjadi ayah dan suami hanya dalam waktu 1 tahun pernikahan yang gue alami. Semoga saja kalian mau membacanya dan berbagi pengalaman yang mungkin belum gue alami saat ini.

7 Tips Persiapan Menjadi Ayah

Kalau kalian tahu, tanggal 18 Agustus 2019 gue resmi menikahi puteri dari seorang ayah yang berada jauh di Yogyakarta sana, tepatnya di Klaten. Belum genap 1 tahun pernikahan, tepatnya 10 Juli 2020 gue menjadi ayah untuk seorang anak yang bermana Azzam Raqilla Putra Terren. Bagaimana tips menjadi ayah baru? Berikut ini beberapa tips yang bisa gue bagikan untuk kalian:

Sebenarnya, ini yang gue rasakan ketika pertama kali tahu kehamilan istri dan gue akan menjadi ayah dan suami sekaligus. Ada cukup banyak yang gue lakukan karena memang gue sama sekali tidak tahu apa yang harus gue lakukan saat menjadi seorang ayah nantinya. Jangan malu bertanya, itu rasanya yang ada dibenak gue saat itu.

Jangankan menjadi ayah, untuk menjadi suami yang baik saja gue masih bingung kok. Jangankan menjadi suami yang baik, untuk pasang gas aja gue kadang masih minta tolong sama orang. Ini lagi, mau jadi ayah. Makanya gue lebih banyak bertanya dan mencari informasi yang harus gue persiapkan sampai tiba waktunya nanti menjadi ayah dan suami yang baik.

Berdasarkan pengalaman gue, ini bisa benar atau salah ya karena memang ini yang gue rasakan dan alami ketika ingin menjadi seorang ayah. Beberapa yang gue lakukan saat akan menjadi ayah dan suami yang baik:

Mencari Informasi Terkait Kehamilan

Mencari Informasi Terkait Kehamilan

Hal pertama yang gue lakukan ketika tahu akan menjadi ayah adalah dengan mencari informasi yang cukup banyak mengenai kehamilan istri gue. Mulai dari dokter kandungan yang harus gue datangi, apa yang boleh dilakukan dan tidak, makanan yang seperti apa, kondisi kandungan istri gue, daya tahan tubuh gue dan lain sebagainya.

Mencari informasi terkait kehamilan gue lakukan setiap saat, meskipun gue bekerja mencari nafkah untuk anak gue kelak, saat berkumpul dengan teman yang sudah memiliki anakpun gue menanyakan beberapa hal pada mereka. Tidak cukup sampai disana, gue cukup aktif bertanya bertanya terkait kehamilan pada teman yang memang sudah menjadi ibu.

Mengapa gue lakukan hal tersebut? Pertama, ini adalah pengalaman pertama gue menjadi ayah dan suami sekaligus dalam waktu yang berdekatan. Kedua, mendapatkan pengalaman dari seseorang yang sudah berpengalaman jauh lebih baik dibandingkan harus bingung mencari informasi dari beragam sumber dan belum tentu detail.

Menemani Istri Periksa Kehamilan

Menemani Istri Periksa Kehamilan

Hal kedua yang gue lakukan saat tahu akan menjadi ayah adalah dengan selalu menemani istri saat tiba waktunya periksa kehamilam. Darisana, gue bisa menanyakan pada dokter kandungannya terkait kehamilan istri dan anak gue kelak. Mulai dari kesehatan si bayi dalam kandungan, keadaan istri yang mengandung, apa yang harus dilakukan pada saat hamil masuk trimester pertama, kedua dan ketiga.

Untuk menemani istri periksa kehamilan, gue harus merelakan tidur gue yang cukup panjang saat liburan (karena jadwal dokter kandungan ada dihari Sabtu) demi mengetahui kadaan istri yang mengandung dan calon anak gue. Ini perlu kalian lakukan demi menjaga kesehatan keduanya dari hamil sampai waktu melahirkan tiba.

Mengajak Bicara Bayi Saat Di Kandungan

Mengajak Bicara Bayi Saat Di Kandungan

Hal unik yang gue lakukan saat tahu akan menjadi ayah adalah dengan mengajak bayi berbicara meskipun masih dalam kandungan. Percaya atau tidak percaya, saat diajak berbicara, sang bayi sekakan mengetahui apa yang kita bicarakan. Tidak jarang, bayi dalam kandungan merespon apa yang gue bicarakan dengan gerakan-gerakan seperti memukulkan tangannya ke bagian perut istri.

Bukan sembarangan berbicara, untuk pengalaman gue lebih banyak mengajaknya bercanda ringan sebelum tidur. Meskipun pada akhirnya saat sang anak lahir ke dunia, dia selalu mengajak bercanda terlebih dahulu sebelum ia tidur. Padahal, besok paginya gue harus bekerja mencari nafkah dan dia bisa tidur sepanjang harinya :)

Membantu Istri Saat Menyusui

Membantu Istri Saat Menyusui

Persiapan menjadi ayah berikutnya yang gue lakukan adalah dengan membantu istri menyusui setelah melahirkan. Ada banyak hal menarik yang bisa kalian lihat saat membantu istri menyusui ini. Mulai dari ekspresi sang anak ketika belum mendapatkan susunya, ekspresi istri yang menahan sakit saat sang anak dengan luar biasa menyusi dan lainnya.

Membantu disini bisa kalian lakukan dengan cara apapun, entah menemani istri saat menyusui, mengambilkan air minum saat istri juga mengalami kehausan dan lain sebagainya. Intinya, saat istri sedang menyusui gue selalu ada disampingnya untuk membantu apa yang diperlukan istri saat sang anak sedang asik menyusui.

Mendengarkan Pengalaman Ayah Lain

Mendengarkan Pengalaman Ayah Lain

Menjadi ayah dan suami bukan hanya gue yang mengalami, banyak juga teman bermain yang sudah lebih dahulu menjadi ayah. Itulah alasannya gue selalu mendengarkan pengalaman ayah lain yang sudah lebih dahulu menjadi ayah dan suami bagi keluarganya. Banyak hal baru yang harus gue ketahui saat pertama kali menjadi ayah.

Hal unik yang gue dapati saat bertukar pengalaman dengan ayah lain adalah tidak bisa tidur saat malam hari atau selalu terbangun setiap 2 jam sekali karena sang anak menangis. Awalnya, gue menganggap itu biasa saja karena gue seseorang yang bertipe kalau sudah tidur ya sudah tidak bisa diganggu gugat meskipun ada yang berisik. Nyatanya? Itu tetap terjadi dan mau tidak mau setiap pagi harus mengalami mata panda :)

Beri Waktu Istri Beristirahat

Beri Waktu Istri Beristirahat

Hal terpenting saat pertama kali menjadi ayah adalah harus tahu kapan memberi waktu untuk istri beristirahat. Kenapa? Awalnya gue merasa biasa saja dengan kehadiran anak dalam keluarga gue. Tetapi, ketika tahu apa yang harus dikerjakan oleh istri disanalah gue mulai berpikir ternyata cukup berat juga.

Mulai dari mengatur keuangan keluarga, menjaga anak, mencuci pakaian anak dan suami dan lain sebagainya. Wajar rasanya ketika gue harus menjaga anak sebentar untuk memberikan waktu pada istri beristirahat dan menikmati apa yang ingin dilakukannya. Kebetulan, istri cukup senang dengan menontonj drama korea ya gue biarkan dia menikmatinya.

Menikmati Momen

Terakhir, gue mencoba untuk menikmati momen yang gue alami saat ini. Mulai dari mengurangi kebiasaan yang gue lakukan, membatasi pekerjaan gue, mengalami kurang tidur dan harus mengurus anak dan lain sebagainya. Menurut gue pribadi, ini akan menjadi pengalaman seumur hidup yang tidak bisa dibayar dengan uang berapapun yang diberikan.

5 Cara Menjadi Suami Yang (Semoga) Baik

Tips Menjadi Ayah

Lantas, dengan beragaam bersiapan menjadi ayah diatas sudah cukup dan bisa dikatakan menjadi suami yang baik? Sepertinya belum. Ada cara lain untuk menjadi suami yang baik menurut gue, diantaranya:

Memposisikan Istri Sebagai Teman Hidup

Menjadi suami yang baik harus bisa memposisikan diri sendiri dan istri. Menurut gue pribadi, istri harus diposisikan sebagai teman hidup. Dimana kita bercerita mengenai keluh kesah yang terjadi, apa yang sedang dikesalkan, ada kabar baik apa, dan sebagainya. Intinya, gue memposisikan istri gue saat ini adalah teman cerita baik saat senang ataupun susah.

Memberikan Nafkah Yang Cukup & Halal

Ini sudah menjadi sebuah kewajiban, memberikan nafkah yang cukup dan tentunya halal. Tidak perlu tahu mendapatkannya darimana, yang perlu diketahui oleh sang istri adalah nafkah yang gue berikan saat gue bekerja adalah halal dan bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari bersama anak.

Jangan Pelit Untuk Memuji Istri

Cukup banyak suami yang terbilang pelit dalam hal memuji istri sendiri. Tidak hanya didepan teman-teman saat berkumpul, tetapi dalam kesehariannya juga harus diberikan pujian tersendiri untuk istri. Itu adalah sebuah kunci dimana istri akan bersemangat ketika menjalani sesuai. Contoh sederhana adalah dengan memuji masakan yang dibuatnya, atau dandanan hari itu setelah kalian pulang dari bekerja mencari nafkah untuk anak dan keluarga.

Jujur dan Terbuka Pada Istri

Menjadi suami ataupun istri, kejujuran dan keterbukaan terhadap semua hal adalah hal yang penting. Tidak ada yang dirahasiakan, termasuk ketika gue hendak membeli helm baru yang harganya terbilang cukup mahal. Intinya, istri lebih baik tahu apa yang akan kita keluarkan baik untuk hobi atau sebatas keperluan keluarga lainnya.

Membantu Tugas Istri

Terakhir, cara menjadi suami yang baik menurut gue pribadi adalah dengan membantu beberapa pekerjaan istri yang bisa kalian lakukan. Gue pribadi, selalu membagi tugas untuk membersihkan rumah dan pekerjaan ringan lainnya untuk gue lakukan sendiri. Dengan begitu, istri tidak terlalu lelah dan kalian tetap bisa tenang bermain dengan anak dan mencari nafkah keesokan harinya.

Sepertinya, cukup panjang juga curhatan gue kali ini. Semoga kalian yang akan menjadi ayah dan suami terbantu dengan artikel curhatan kali ini ya.

2 Replies to “Menjadi Ayah dan Suami Yang (Semoga) Baik Dalam 1…”

  1. Selamat, mas. Semoga keluarga mas penuh berkah.

    Langkah menjadi suami yg baik ini juga sangat baik untuk diketahui laki-laki yg bercita-cita jd suami yg baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *