Pakai Oli Mobil Untuk Motor? Kenapa Tidak!

Pakai Oli Mobil Untuk Motor Kenapa Tidak

MPX, Enduro Racing dan Shell AX7 merupakan deretan oli motor yang pernah saya gunakan untuk kendaraan pribadi saya sendiri. Banyak kelebihan yang ada pada pelumas motor tersebut setelah saya gunakan, namun ada pula beberapa kekurangan yang saya rasakan pada pelumas tersebut.

Setelah saya melakukan ubahan pada CDI menjadi versi balap (baca: Mengganti CDI? Baca Ini Untuk Melihat Efeknya!) saya agak sedikit merasakan perubahan yang terjadi pada kendaraan yang saya gunakan. Setelah melalui perbincangan yang cukup membuat bingung, akhirnya saya mencoba mengganti pelumas motor dengan Pertamina Fastron Techno.

Mengutip perkataan yang dijelaskan oleh pihak pertamina dalam blog stephenlangitan.com yang berisi:

“Pelumas Fastron Techno SAE 10w-40 API SN ini merupakan pelumas mobil unggulan dengan teknologi “Nano Guard” dengan molekul terkecil sehingga mampu menjangkau celah terkecil hingga mampu membersihkan dan mendinginkan mesin dengan sempurna sehingga membuat mesin selalu seperti baru.”

Ternyata, oli yang saya gunakan adalah oli mobil! Panik? Tentu tidak, karena sudah melakukan perbincangan sebelumnya dengan para pengguna oli ini, bahkan ada yang menggunakan oli Pertamina Fastron Diesel untuk kendaraan kesayangannya.

Apa sebenarnya efek yang terjadi ketika menggunakan pelumas yang satu ini? Saya menyarankan untuk JANGAN DIGUNAKAN pada kendaraan kalian, karena akan menyebabkan:

Kampas rem akan cepat habis & pegal menginjak rem!

Mengapa saya bilang demikian? Menurut yang saya rasakan ketika menggunakan oli yang satu ini, tarikan gas menjadi lebih ringan. Ketika kita ingin menarik gas lebih dalam, jalan yang kita tempuh sedang dalam kedaan macet & mau tidak mau harus melakukan pengereman. Padahal, tenaga asli motor belum keluar sepenuhnya. Alhasil? Jari tangan dan kaki akan terasa lelah menarik tuas rem.

Lupa posisi udah di gigi berapa!

Kalau ini, beneran saya alami sendiri. Ketika baru masuk gigi 1 dan posisi tuas gas masih setengah, jarum speedo meter mulai menunjukan angka yang kurang bersahabat, 25kpj. Setelah melakukan penaikan gigi, semakin tidak jelas jarum speedo meter pada motor, dan pada akhirnya saya sendiri lupa sekarang ada di gigi berapa. Kembali teringat ketika saya sedikit melirik ke arah speedo dan barulah tahu ada di posisi berapa gigi tunggangan yang saya gunakan, haha.

Suara mesin motor hampir tidak terdengar!

Ini yang bikin bahaya buat kalian yang suka mengantuk ketika berada ditengah kemacetan atau jalan sepi. Ketika menggunakan pelumas yang satu ini, bisa dibilang minim suara dan getaran pada kendaraan. Padahal, motor yang saya gunakan masih dalam keadaan transisi dari oli sebelumnya. Alias masih belum bisa move on, kaya orang pacaran aja. Habis putus, move on-nya pasti lama 🙂

Nah, dari ketiga hal itulah saya menyarankan JANGAN menggunakan pelumas Pertamina Fastron Techno Hijau yang dibandrol seharga Rp. 75.000 – Rp. 90.000 (beda toko, beda harga) jika kalian tidak ingin merasakan hal-hal seperti diatas ya. Sejujurnya, saya menyesal menggunakan pelumas yang satu ini. Tapi, karena sudah kepalang ya sudah. Biarkan saya ganti oli kendaraannya beberapa bulan kedepan. So, semua tergantung kalian ya!

4 5
Oleh


4 comments on “Pakai Oli Mobil Untuk Motor? Kenapa Tidak!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *