Pengenalan Dasar CDI Pada Sepeda Motor, Kalian Harus Tahu!

CDI Pada Sepeda Motor

Sebagai pengendara roda dua, masih cukup banyak yang belum tahu mengenai CDI pada sepeda motor yang mereka gunakan. Padahal, kegunaaan dari CDI itu menjadi peran yang cukup vital pada motor yang digunakan. Sebagai salah satu komponen pengapian, bayangkan apabila terjadi kerusakan pada CDI ini. Apa yang akan terjadi?

Pengenalan Dasar CDI Sepeda Motor Bebek

CDI Pada Sepeda Motor

Arti CDI

CDI atau singkatan dari capacitor discharge ignition ini adalah sebuah komponen pada kendaraan bermotor roda dua yang mengatur pancaran percik api ke busi motor kalian untuk membakar bahan bakar yang sudah diberi tekanan dari piston motor kalian.

Itulah mengapa disebut salah satu komponen pengapian yang cukup vital. Memang apa fungssi CDI pada motor yang kalian gunakan ini?

Fungsi CDI Motor Bebek

Sebenarnya, fungsi CDI pada motor yang kalian gunakan adalah sebagai sistem pengapian pada saat terjadi proses pembakaran pada mesin. Sistem ini memanfaatkan energi yang ada pada kapasitor yang pada nantinya digunakan untuk menaikan tegangan cukup tinggi pada koil motor yang akan menghasilkan percikan api pada busi motor.

Untuk memilih busi motor yang tepat pada kendaraan kalian, bisa baca artikel gue terkait bagaimana tips memilih busi yang tepat untuk digunakan sehari-hari.

Cara Kerja CDI Motor

Pada sepeda motor bebek ini, terdapat 2 buah sistem pengapian CDI. Pertama adalah CDI AC dan yang kedua adalah CDI DC. Meskipun berbeda, fungsi dari kedua sistem pengapian ini sama kok. Bagaimana sih cara kerja CDI pada sepeda motor kalian ini?

Pertanyaan pertama yang muncul pada saat menghidupkan kontak motor adalah apakah saat kita menyalahkan motor dengan kunci kontak, lantas CDI ini langsung bekerja? Jawabannyan adalah belum. CDI mulai bekerja pada saat mesin motor sudah dihidupkan menggunakan stater pada motor kalian.

Tenaga yang dihasilkan saat mesin bekerja inilah yang menghasilkan sebuah tegangan dari pickup coil yang digunakan untuk memicul penguat tegangan beserta SCR yang ada pada motor kalian. Pada sisi yang lain, arus yang dialirkan pada fuse akan mengalirkan tegangan ke kunci kontak kalian kemudian dilanjutkan ke penguat tegangan yang ada pada CDI sepeda motor kalian.

Setelahnya, tegangan baterai sebesar 12 DC volt ini akan naik menjadi 100 bahkan 400 ac volt dan akan dilarikan melalui dioda yang kemudian akan disimpan pada kapasitor yang ada pada sepeda motor kalian.

CDI Balap Untuk Motor Harian

Ada beberapa merk CDI yang biasanya digunakan untuk kebutuhan balap, tapi bisa kalian gunakan untuk harian, yaitu BRT, Cheetah Power CP 400, CDI XP dan Rextor. Ada beberapa kelebihan dan keunggulan masing-masing pada setiap merk pabrikan dari CDI untuk sepeda motor harian kalian ini.

Sebagai contoh, kelebihan dari CDI Cheetah Power XP lebih unggul dibanding yang lainnya untuk masalah akselerasi pada jarak 0-100m dan 0-200m. Sedangkan untuk masalah RPM terbesar, justru dimiliki oleh CDI BRT. Jadi, pastikan kalian tahu efek penggantian CDI yang kalian lakukan. Masih bingung? Silahkan dibaca efek yang terjadi setelah mengganti CDI diatas ya.

Untuk permasalahan antara akselerasi dan top speed, kalian bisa baca ulasan yang sudah gue jabarkan sebelumnya disini. Bagiamana? Dari penjelasan diatas kalian sudah tahu dong mengenai seluk-beluk CDI ini. Kenapa CDI menjadi sangat vital peraannya dsb.

Saran gue ketika kalian ingin melakukan ubahan pada motor kalian, meskipun untuk mengganti CDI. Kalian harus tahu terlebih dahulu fungsi dari perlengkapan motor yang kalian ganti tersebut. Untuk sekarang, gue cukup jelaskan CDI pada sepeda motor kalian dulu ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *